Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menerapkan Quantitative Marketing di dalam E-Commerce

Cara menerapkan quantitative marketing di dalam E-Commerce

Memiliki website dan toko online belum cukup untuk mendulang kesuksesan. Setelah memiliki hosting murah, lalu membuat website, Anda juga harus mulai mempelajari strategi marketing. Pasalnya, tanpa strategi pemasaran, bisnis Anda akan kaku, dan berpotensi berjalan di tempat.

Menerapkan quantitative marketing adalah salah satu dari sebagian besar strategi marketing. Nah, di sini, kami akan mencoba membahas tema tersebut kepada Anda. Tujuannya, agar setelah membeli web hosting murah Hostinger, dan membuat website, Anda bisa langsung melakukan pemasaran yang strategis.

Apa Itu Quantitative?

Agar lebih jelas, mari kita urai terlebih dahulu dari pangkalnya. Saat melakukan sebuah penelitian, ada dua buah istilah yang sering digunakan. Kedua istilah tersebut yaitu kuantitatif (quantitative) dan kualitatif. Nah, mari kita fokus pada kuantitatifnya saja agar lebih terarah.

Kuantitatif sendiri merupakan metode penelitian yang fokus pada pemahaman fenomena-fenomena sosial. Kuantitatif juga merupakan metode penelitian yang mendalam. Kenapa penelitian kuantitatif bisa berhubungan dengan bisnis? Pasalnya, metode ini sering digunakan dalam penelitian ilmu sosial dan sosiologi.

Mengenal Quantitative Marketing

Pemasaran kuantitatif, adalah sebuah teknik pemasaran yang tergolong baru. Secara sederhana, pemasaran kuantitatif, adalah metode memintai pendapat orang. Teknik ini biasanya dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha untuk mendapatkan fakta dan statistik.

Metode ini sangat berguna untuk promosi produk maupun layanan. Namun, agar pemasaran kuantitatif berjalan sesuai rencana, Anda harus melakukan survei terlebih dahulu. Survei dilakukan kepada sejumlah orang (lebih banyak lebih baik).

Survei ini, juga akan membantu untuk mengetahui siapa saja yang tertarik dengan produk maupun layanan Anda.

Manfaat Kuantitatif Marketing

Pemasaran kuantitatif, akan sangat bermanfaat bagi bisnis online. Fungsinya yaitu untuk mengetahui hal-hal tentang customer maupun calon customer. Dengan strategi ini, para pelaku usaha bisa membuat profil audience yang tertarget.

Anda juga bisa mengetahui perilaku audiens, pengetahuan mereka pada brand, hingga sikap mereka terhadap produk/layanan Anda. Menilai dari manfaat-manfaatnya, tentu saja strategi ini sangat penting dan tergolong vital.

Penerapan Pemasaran Kuantitatif pada Bisnis Online

Bagi Anda yang ingin mendalami strategi marketing ini, ada beberapa hal yang harus diketahui. Berikut kami telah merangkumnya untuk Anda:

1. Mengumpulkan Data Audiens

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengumpulkan data audiens. Minimal Anda mengetahui alamat email dan nomor telepon mereka. Tanpa data tersebut, Anda tidak akan bisa melakukan survei dan penelitian kepada mereka.

Untuk mengumpulkan data dari mereka, Anda tidak boleh menanyakannya secara langsung. Jika sudah beli hosting, dan membuat website bisnis, dekatilah mereka. Kemudian, ajaklah berinteraksi. Nah, saat interaksi terjadi, baru Anda bisa meminta nomor telepon, atau alamat email.

Cara lainnya bisa juga dengan meminta customer login pada website, atau toko online Anda. Karena, untuk login, customer atau audiens harus mengisi form di mana mereka akan menyerahkan informasi nomor telepon dan alamat email.

Nah, setelah Anda memiliki datanya, silahkan mulai terapkan strategi pemasaran kuantitatif.

2. Menggunakan Kuesioner

Dengan teknologi yang semakin canggih, kini Anda bisa menyurvei dan melakukan penelitian tanpa perlu terjun ke lapangan. Caranya adalah dengan membuat sebuah kuesioner online.

Kuesioner akan membantu Anda untuk mencapai tujuan. Pasalnya, kuesioner bisa Anda sebar secara online, baik melalui email, maupun media sosial. Isinya yaitu seputar pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan layanan maupun produk Anda.

Membuat kuesioner online cukup mudah. Bahkan, Anda bisa membuat form sederhana dengan menggunakan Google Form. Kemudian, buatlah survei dengan pertanyaan-pertanyaan yang singkat saja.

3. Penelitian Kuantitatif melalui Telepon

Telepon merupakan media yang terbilang klasik. Namun, menghubungi customer dengan telepon, bisa menjadi cara terbaik agar hubungan Anda dan customer lebih dekat. Berbeda dengan chat, atau email, melalui telepon interaksi akan jauh lebih akrab.

Namun, carilah waktu yang tepat saat Anda menelepon mereka. Contohnya di jam-jam istirahat, seperti jam 12 siang, atau sore hari. Jangan lupa untuk selalu bilang “mohon maaf mengganggu waktunya sebentar”.

Jika mereka bersedia untuk Anda ajak bicara, mulailah melakukan survei. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan produk/layanan Anda.

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Survey Dilakukan

Setelah Anda melakukan survei, maka kumpulkan semua data yang sudah diperoleh. Informasi yang didapatkan dari hasil survei tersebut, bisa Anda gunakan untuk menilai kebutuhan mereka, serta merancang strategi pemasaran.

Maka dari itu, buatlah pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat bisnis Anda berkembang. Misalnya seperti pertanyaan-pertanyaan terkait metode pembayaran toko online Anda. Apakah customer sudah puas dengan metode pembayaran Anda atau belum? Dan berbagai pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Setelah Anda mengetahui apa yang diinginkan oleh customer melalui survey, silahkan perbaiki performa pemasaran Anda. Contohnya, jika banyak customer tidak suka dengan metode pembayaran yang kurang lengkap, maka lengkapilah. Cara melengkapinya bisa dengan menambah channel pembayaran.

Tips Membuat Survei Pemasaran Kuantitatif

Sudah beli hosting dan buat website tapi bingung cara survei pemasaran kuantitatif? Jangan khawatir, berikut kami jelaskan tipsnya agar Anda bisa membuat survei yang tepat sasaran:

1. Menanyakan Masalah dan Aspek Masalah

Permasalahan customer terhadap toko online Anda, bisa membawa Anda menjadi lebih baik. Maka dari itu, tanyakanlah terkait masalah-masalah yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Contohnya seperti di atas, yaitu ketersediaan channel pembayaran.

Contoh lainnya yaitu seperti ketersediaan jasa pengiriman barang. Tanyakan apakah jasa pengiriman barang yang Anda tawarkan sudah cukup memuaskan mereka atau belum? Selain itu, silahkan Anda cari-cari lagi apa yang sekiranya menjadi kendala customer ketika belanja di tempat Anda.

2. Menanyakan Informasi Apa yang Selalu Dibutuhkan Customer

Jika Anda survey harga beli hosting, lalu baru buka toko online, tanyakanlah kepada audiens terkait informasi apa yang ingin mereka dapatkan. Contohnya, tanyakan kepada mereka, apakah informasi terkait produk dan layanan di tempat Anda sudah lengkap atau belum?

Jika hasil survei mengatakan bahwa informasi di toko online Anda belum lengkap, sebaiknya Anda segera melengkapinya. Contohnya, informasi terkait detail produk, atau informasi-informasi terkait cara pemesanan.

Sebagai informasi tambahan, buatlah pertanyaan yang tidak terlalu banyak. Tujuannya agar survei tidak mengganggu aktivitas audiens. Buatlah beberapa pertanyaan yang menurut Anda sangat penting sekali untuk disurvei.

Kumpulkan semua data hasil survei. Setelah itu, ketahui apa yang membuat customer suka dan tidak suka dengan layanan atau produk yang ditawarkan. Dengan begitu, Anda bisa melakukan perbaikan agar customer suka dengan apa yang Anda tawarkan, dan juga suka terhadap pelayanan Anda.

Kesimpulan

Secara sederhana, pemasaran kuantitatif adalah penelitian secara mendalam yang dilakukan pada customer atau calon customer. Tujuannya yaitu untuk mengetahui kepuasan dan ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan maupun produk yang Anda pasarkan. Tujuannya agar Anda bisa memenuhi keinginan customer.

Quantitative marketing wajib diketahui oleh setiap pemilik hosting murah, dan website bisnis. Meskipun penelitian ini tidak mudah dilakukan, namun akan berdampak bagus untuk bisnis Anda. Hasil penelitian dan surveinya, akan membantu customer menjadi lebih nyaman saat berbelanja di tempat Anda.

Posting Komentar untuk "Cara Menerapkan Quantitative Marketing di dalam E-Commerce"